Kadang temen yang
gila itu emang perlu banget yah. Setelah gue gak ketemu lagi sama temen-temen
SMA gue, sekarang gue jadi normal banget. Pulang kuliah langsung pulang,
kebiasaan lama kalau pulang biasanya leha-leha sambil tebar-tebar pesona gak
pernah lagi gue lakuin semenjak kuliah. Dan lo tau sekarang gue udah gak “barau”
lagi. Ini serius gue kesepian banget semenjak kuliah disini, mungkin karena
belum nemu aja yang sama-sama konslet kayak gue. Dikampus gue juga termasuk
anak yang baik-baik (keliatannya baik) kadang gue kemana-mana juga sendirian (jones) L.
Kemaren geng
comel ngumpul lagii looooooh :D, kayak yang pernah gue ceritain di cerita ini setelah
sekian bulan gak ketemu akhirnya dengan
sedikit usaha dan kemaren gue gak kuliah akhirnya kami dipertemukan lagi. Gue
pergi ke kampusnya mimi, kita udah janjian sebelumnya mau ketemu. Aaaaaaa sifat
“barau” gue yang udah gue tahan-tahan selama gue kuliah akhirnya bisa keluar
dengan bebasnya. Tapi karena gue ngerasa kalau kami berdua kurang ngehh akhirnya
gue pergi ke kampusnya ica.
You know what, waktu gue pergi ke kampusnya
kami (gue sama mimi) diliatin banyak orang. Gak tau deh kenapa, mungkin karena
gue terlalu ganteng? Atau karena pesona dan karisma gue yang luar biasa yang
bisa nge hipnotis semua orang disana? Akhirnya kiat bertiga ketemu, sebentar doang
sih Cuma sekitar 1 jam an gue di kampusnya ica. Trus gue sama mimi mutusin buat
ke rumah isan, kenapa Cuma berdua? Soalnya si ica gak mau cabe-cabe an sama
kami, yaah jadinya yang pergi Cuma kami berdua.
Dengan info rumah
isan yang kurang jelas, karena gue udah kangen banget sama dia finally ketemu
juga rumahnya dimana. Gue tau rumahnya waktu gue nanya sama anak kecil ber 2
yang lagi main di deket-deket sana, gue nanya gini
“dek tau rumahnya isan?” Tanya gue
“ooohh isan m yazid bang” kata anak yang cowok
“iaaa, dimana rumahnya?” balas mimi
“itu bang, yang terpencil di sana” kata anak yang cewek
“euummhh yang mana ni dek” kata gue sambil ngeliat ke arah
yang ditunjuknya barusan
“ikutin aja adek bang” balasnya sambil lari lari
“aaahhh abang akan selalu mengikutimu saaayaang wkwkwkw”
Sampai lah gue dirumahnya, gue agak ragu mau manggil. Tapi
untungnya ada mimi yang emang rada-rada ngintip dari pintunya.”assalamualaikum,
ada isan” kata mimi. Seketika ada seonggok manusia yang menoleh kearah kami,
mungkin karena dia belum ngehh kalau yang datang itu kami, dan itu pertama kalainya
gue liat isan no make up hahaha . Beberapa saat kemudian dia baru nyadar, “eehh
fadhil sama mimi mah” katanya sambil senyum-senyum. Dan mulai lah percakapan
kami yang gak da habisnya. Curhat tentang ini, tentang itu,, masalah ini, masalah
itu. Dari hal yang gak pernah di certain selama sekolah dulu, waktu kami ketemu
kemaren kami buka-bukaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar